Mirip Malioboro, Pemerintah Rencanakan Balerong Balige Jadi Pusat Budaya dan Kuliner
- Herlambang Ichtiarto
- 04 Jul, 2025
Pemerintah berencana menjadikan Balerong Balige sebagai spot pariwisata yang yang akan berfokus pada budaya dan kuliner. Keseriusan rencana ini dipaparkan dalam presentasi Arah Pengembangan Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIPDN) di Danau Toba oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Hotel Labersa Balige, Senin (30/6/2025).
Pemerintah merencanakan Balige untuk
mengadopsi urban heritage tourism
sebagai konsep pariwisatanya.
Konsep pariwisata ini melibatkan penggunaan
aset sejarah dan budaya kota sebagai daya tarik bagi pengunjung. Aset sejarah
yang dimaksud dapat berupa bangunan, monumen, tradisi, dan lain-lain.
Konsep ini sangat cocok diterapkan di
Balerong Balige sebagai aset sejarah dan budaya kota. Dalam pemaparan Bappenas,
terlihat ilustrasi Balerong Balige yang akan menjadi poros utama kota, juga
pusat budaya layaknya Malioboro di Yogyakarta.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM,
Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Toba, Salomo Simanjuntak
juga membenarkan rencana pengalihfungsian Balerong Balige menjadi pusat budaya
dan kuliner di Balige, Kabupaten Toba.
“Benar, Balerong Balige itu akan jadi
tempat seni dan tempat jualan kuliner juga. Pembangunannya akan kita lakukan
dalam jangka waktu yang panjang. Karena dana kita juga terbatas akibat
efisiensi sekarang ini.” Ungkap Salomo dalam wawancara dengan Del FM, Jumat
(20/6/2025).
Salomo mengatakan bahwa pembangunan ini
sudah direncanakan dari awal oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam rencana
pemanfaatan Balerong sebagai objek wisata.
“Tapi, keterbatasan kita untuk merombak
pasar Balerong yang dibangun oleh Kementerian PU itu adalah karena belum ada
serah terima barang dari PU ke Pemkab Toba” Lanjut Salomo.
Rencana pembangunan nasional ini bertepatan
dengan rencana penataan pasar yang dilakukan oleh Pemkab Toba. Pembangunan
Balerong Balige akan dimulai dengan membangun tembok, guna memisahkan pasar
Balige dengan bangunan Balerong.
“Tembok di depan bangunan Balerong Balige
akan dibuka. Tapi harus dibuat dulu tembok di antara Balerong Balige dan
bangunan pasar. Pedagang di Pasar Balige nanti akan kita pindahkan ke dalam
bangunan pasar.” Jelas Salomo
Salomo mengatakan, rencana pembangunan
Balerong Balige ini akan mulai berjalan setelah Pemkab Toba selesai menata
Pasar Laguboti dan Sibuea.
Balerong Balige sendiri merupakan bangunan
yang dibangun Belanda pada tahun 1936, yang bertujuan sebagai pusat teater dan
pertunjukan opera. Peruntukkan Balerong Balige berubah menjadi pasar
tradisional atas kesepakatan Raja Huta di sekitar Balige, tepat setelah
kepergian Belanda pada tahun 1942.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *
Herlambang ITC
👍👍👍👍👍
